KINETIKA ADSORPSI
KINETIKA
ADSORBSI
Secara umum adsorpsi dapat diartikan sebagai proses
penjerapan suatu zat, proses ini hanya terjadi pada permukaan zat tersebut. Zat
yang mengadsorpsi disebut adsorben dan zat yang teradsorpsi disebut adsorbat. Adsorpsi
memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan metode lainnya, diantaranya
biaya yang diperlukan relatif murah, prosesnya relatif sederhana, efektivitas
dan efisiensinya tinggi serta adsorbennya dapat digunakan berulang-ulang (regenerasi).Kinetika
adsorpsi merupakan bagian dari adsorpsi yang membahas tentang laju adsorpsi
dari suatu adsorben terhadap adsorbat sehingga kinetika adsorpsi memiliki
persamaan untuk menentukan kosntanta laju dari adsorpsi yaitu pseudo first
order dan pseudo second orde (Maihendra et al., 2016).
Proses adsorpsi cairan
pada permukaan padatan dapat dipelajari melalui beberapa model isotermis yaitu
fungsi yang menghubungkan jumlah adsorbat pada permukaan adsorben dengan
konsentrasi.Isoterm adsorpsi membantu untuk menetapkan kapasitas adsorpsi dari material
dan selanjutnya membantu untuk mengevaluasi mekanisme yang ditunjukkan oleh
sistem adsorpsi. Model isotermis yang umum digunakan diantaranya isoterm
Langmuir dan Freundlich. Isoterm Langmuir berasumsi bahwa adsorpsi berlangsung
pada situs spesifik yang homogen dengan hanya sejenis molekul menempati satu
situs (monolayer). Sedangkan model Freundlich menjelaskan bahwa permukaan
adsorben yang heterogen memiliki situs adsorpsi dengan energi ikatan yang
berbeda (Nafi’ah, 2016).
Adsorpsi secara umum
dibagi menjadi dua, yaitu: adsorpsi fisika dan adsorpsi kimia. Proses adsorpsi
dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: luas permukaan, ukuran adsorben,
sifat adsorben, kelarutan adsorbat, bentuk dan ukuran adsorbat, konsentrasi H+
(derajat keasaman) dan temperatur. Untuk menentukan besaran tetapan laju reaksi
(K) dan orde reaksi (n) pada rekator ideal tipe reaktor batch, dapat digunakan
beberapa metode, seperti metode mekanisme reaksi, metode waktu paruh, metode
laju awal, metode integrasi, dan metode differensiasi.Penentuan kinetika
adsorpsi dapat dilakukan dengan menggunakan metode regresi linear terhadap
persamaan orde nol, orde satu, orde dua, dan orde tiga. Kesetimbangan adsorpsi
adalah suatu keadaandinamis yang tercapai ketika laju partikel yang teradsorpsi
ke permukaan sama dengan laju desorpsinya. Model kesetimbangan yang paling
banyak dikenal untuk memahami sistem adsorpsi adalah persamaan isoterm Langmuir
dan Freundlich (Estiaty, 2013).
Suatu reaksi dikatakan mempunyai orde nol jika besarnya laju reaksi tidak dipengaruhi oleh berapapun perubahan konsentrasi pereaksinya. Artinya seberapapun peningkatan konsentrasi pereaksi tidak akan mempengaruhi besarnya laju reaksi. Persamaan linear orde reaksi nol dalam rumus sebagai berikut:
Reaksi orde satu adalah suatu reaksi yang kecepatannya bergantung hanyalah pada salah satu zat yang bereaksi atau sebanding dengan salah satu pangkat reaktannya. Persamaan linear orde reaksi satu dinyatakan dalam rumus sebagai beriku:
Reaksi orde dua adalah suatu reaksi yang kelajuannya berbanding lurus dengan hasil kali konsentrasi dua reaktannya atau berbanding langsung dengan kuadrat konsentrasi salah satu reaktannya. Jika mekanisme adsorpsi yang terjadi adalah reaksi orde dua dimana kecepatan adsorpsi yang terjadi berbanding lurus dengan dua konsentrasi pengikutnya atau satu pengikut berpangkat dua. Laju kinetika adsorpsi orde dua dinyatakan dalam persamaan linear berikut:
Dimana CA merupakan A pada saat t=t, CAO
merupakan konsentrasi A pada saat t=0 dan k merupakan konstanta kinetika
(mennit-1) serta t merupakan waktu (menit) (Sanjaya dan Agustine, 2015).
Waktu kontak merupakan faktor
penting dalam proses adsorpsi. Semakin lama waktu kontak antara adsorben dan adsorbat,
maka jumlah adsorbat yan terserap semakin banyak hingga adsorben mencapai titik
jenuh yang berakibat pada terhentinya proses adsorpsi. Faktor yang memepengaruhi
jumlah waktu yang diperlukan untuk mencapai keadaan setimbang adalahkemampuan
adsorben dalam mengadsorpsi polutan.Selama terjadi kontak antara partikel
adsorbat dan adsorben akan terjadi proses dua arah yaitu adsorpsi dan desorpsi.
Pada saat mencapai titik kesetimbangan, laju adsorpsi akan menyamai laju desoprsi
sehingga konsentrasi adsorbat dalam pelarutannya tetap. Waktu yang diperlukan
dari mulai terjadi kontak adsorbat dengan adsorben sampai terjadi
kesetimbangan, dianggap bahwa semua bagian pada permukaan adsorben telah terisi
oleh partikel adsorbat (Aulia et al., 2021).
DAFTAR
PUSTAKA
Aulia,
M., Mahmud dan B. Mu’min. 2021.
“Studi Isoterm Dan Kinetika Adsorpsi Cod (Chemical Oxygen Demand) Pada
Air Sungai Terhadap Karbon Aktif Kayu Ulin”. JTAM Tenik Lingkungan
Universitas Lambung Mangkurat. Vol. 4(2): 24-35.
Estiaty,
L.M. 2013. “Kesetimbangan Dan Kinetika
Adsorpsi Ion Cu2+ Pada Zeolit-H”. Riset Geologi dan Pertambangan.
Vol. 22(2): 127-141.
Maihendra,
A. Fadli dan Zultiniar. 2016. “Kinetika Adsorpsi pada Penjerapan Ion Timbal Pb2+
Terlarut dalam Air Menggunakan Partikel Tricalcium Phosphate”. Jom FTEKNIK.
Vol. 3(2):1-5.
Nafi’ah,
R. 2016. “Kinetika Adsorpsi Pb (II) Dengan Adsorben Arang Aktif Dari Sabut
Siwalan”. Jurnal Farmasi Sains dan Praktis. Vol. 1(2):28-37.
Sanjaya, A.S. dan R.P. Agustine. 2015. “Studi Kinetika
Adsorpsi Pb Menggunakan Arang Aktif Dari Kulit Pisang”. Konversi. Vol. 4(1):17-24.


Komentar
Posting Komentar